Jumat, 11 Desember 2009

Bergabung dengan ORIFLAME GRATIS (2 Des ‘09 – 16 Jan ‘10)

 
















KEUNTUNGAN 2X LIPAT BAGI YANG GABUNG DI DESEMBER 2009!

Hanya perlu :

- Mendaftar disini dan membayar Rp 39.900,00
- Lakukan order pertama min Rp 175.000,00
- Dan dapatkan kembali Rp 39.900,00 anda
 

Promo ini berlaku dari 2 Des ‘09 – 16 January ‘10


Ibu Rumah Tangga

Seorang ibu yang berperan ganda membolak-balik isi agendanya. Hmm, apa yang sudah dilakukan dan diraihnya tahun ini. Mulai bulan Januari hingga Desember, jadwal penuh dengan target padat. Waktu telah dikejarnya dengan berlari. Pontang-panting menyesuaikan waktu agar tetap bisa bercanda dengan santai, bermain di rumah dengan anak-anaknya dan menyenangkan suaminya. Sungguh tidak mudah tapi semangat untuk melakukan yang terbaik dengan niat yang baik untuk kelangsungan hidup dalam keluarga, mengamalkan ilmu yang dimilikinya dan menjadi kebanggaan keluarga telah terpatri di benak kecilnya. Ya, semoga segala perjuangan diridhoi Allah dan menjadi berkah. Amin.

Di rumah yang lain, pagi-pagi seorang ibu rumah tangga berbelanja ke pasar atau kedai sayur dekat rumah. Selanjutnya membangunkan anak-anak untuk mandi dan bersiap ke sekolah sembari menyiapkan sarapan, mengecek segala bawaan dan bekal anak, mengantar mereka ke sekolah. Dari sekolah anak tak langsung pulang, mampir ke swalayan untuk membeli beberapa keperluan. 



Pukul 09.00 semua pekerjaan telah selesai, rumah sudah rapi, pakaian sudah dicuci pun sudah selesai memasak. Pekerjaan belum selesai tapi disempatkannya mengisi cadangan tenaga yang mulai berkurang dengan memakan sisa sarapan anaknya ditambah sedikit lauk dan nasi. Beranjak ia ke satu sisi rumah, terpekur di meja kerja suaminya, merapikan kertas-kertas di satu tumpukan. Sesekali dibacanya, hmm.. beginikah pekerjaan suamiku. 

Alhamdulillah aku seorang IRT, hanya di rumah, belum pernah bekerja dan seumur hidupku tak pernah mendapatkan gaji. Mengapa aku bahagia  walaupun tak bisa berfoya-foya berbelanja kebutuhan pribadiku. Di rumah, berusaha memampatkan dan memanfaatkan waktu dengan hal yang semoga berguna setidaknya tidak berdosa. Aku jatuh cinta pada buku yang bisa membuka mataku untuk melihat dunia, jatuh hati pada internet yang membuatku berkesempatan melongok ke dalam kehidupan banyak orang dan mengambil pelajaran berharga dari pengalaman mereka, aku tak sempat cemburu pada semua yang hanya bisa kulihat. Bukan masanya lagi berandai-andai, andaikan aku bekerja, andaikan aku ini dan itu karena hidup ini penuh dengan pilihan dan dari awal aku memang memilih untuk tidak bekerja. Hal ini mulai berubah sejak aku mulai berbisnis di rumah.
 

Aku bahagia dalam kehidupanku. Alhamdulillah. Apalagi yang bisa kukatakan.




Ulasan buku : Kerja di rumah emang ‘napa ?


























Judul : Kerja di rumah, emang ‘napa ?
Penulis : Anang Y. B.
Editor : dra Eni Setiati
Penerbit : GPU/ 2009
ISBN : 978-979-22-5104-3
Jumlah halaman: 145+
Harga : Rp. 30.000,00

“Inilah buku yang bakal membakar semangat anda untuk segera banting setir kerja di rumah. Menapaki langkah awal menjadi entrepreneur sukses, menikmati indahnya meraup uang sambil memeluk anak !”

Hidup memang penuh dengan pilihan yang tersaji di depan mata. Sudahkah kita memilih apa yang paling tepat ? Sekali mengambil satu keputusan kita harus menjalaninya dengan penuh komitmen dan menanggung segala resiko dengan bertanggung jawab.

Aku, IRT 32 tahun, hampir selalu berada di rumah dan tidak meninggalkan rumah kecuali atas ijin suami dan hampir tidak pernah pergi sendiri--seringnya diantar jemput. Alhamdulillah, nikmatnya hidupku ini. Rumahku diramaikan dengan dua anakku, Zidan 7 tahun dan Nasya 3 tahun. Lantas kenapa aku jadi ‘latah’ maruk ikutan cari duit di rumah padahal suami telah mencukupi segala kebutuhan dari primer hingga tersier bahkan dia sisihkan sejumlah uang khusus masuk ke rekeningku. Apa sebenarnya tujuanku berbisnis ?

Aku punya mimpi yang terus terang belum begitu jelas nampak di pelupuk mata apalagi sampai bergayut manja menanti untuk diwujudkan. Tapi aku telah memutuskan untuk berani mulai bermimpi. Apakah mimpiku itu ? Bukan rahasia sih hanya saja anda tidak perlu tahu.

Suamiku seorang karyawan yang jadwal kerjanya berubah setiap 15 hari dengan shift tiga hari kerja dan satu hari libur. Kadang dimulai dengan shift siang, pagi dan malam yang mengharuskannya stand by di ruangan radar berselimut dinginnya ruangan ber-AC di malam hari hingga matahari mulai naik perlahan. Terbayang, bagaimana musti menyusun jadwal agar tetap bisa menciptakan keharmonisan hubungan kami plus anak-anak yang menjadi tanggung jawab kami berdua. Apa jadinya dan apakah bijaksana dan adil untuk anak-anakku jika aku bekerja kantoran ?

Bab satu di buku ‘crispy’ ini, penulis awali dengan ‘Membangun keyakinan’ bahwa mulai bekerja di rumah adalah solusi terpantas dan terbaik.

Bab dua membahas tentang pencarian ide bisnis. Ide apakah yang bercokol di kepalaku ? Ingin bisnis jualan baju, hmm…kalau berpikir alasan yang memberatkan pasti ada seribu macam rupanya. Aku pernah bergabung dalam satu jaringan MLM fashion tapi kuputuskan untuk berhenti sebelum memulai karena aku kurang suka berperan seperti tukang kredit yang menagih uang tiap bulan pada mereka yang pengennya mencicil. Cape’ deh. Kira-kira aku pilih bisnis apa ya ?

Bisnis rumahan yang dipilih, tentunya ada harapan akan bisa berkembang menjadi besar---di bab tiga. Sangat penting untuk mengatur jam kerja di rumah secara ketat sekaligus fleksibel dalam hal waktu dan modal. Modal bikin pusing ? Tidak selalu begitu kok, buktinya disini ! Bisnisku juga mempunyai komunitas online yang mendukung kegiatan dan siap membantu segala hal yang menyangkut bisnis ini misalnya dalam hal cara berpromosi secara online, posting banner iklan, kendala mungkin dihadapi dan penyelesaiannya dan juga saling menyemangati antar anggotanya hingga bersama-sama meraih kesuksesan. Hal terpenting dalam bisnis yang kita kendalikan sendiri adalah  “Plis cek, mana aktivitas yang muncul secara spontan dan tidak harus dilakukan di hari itu !”

Nah, bekerja di rumah tidak perlu berseragam necis, keren, bermerk, bahkan cukup dengan memakai daster butut yang paling butut, bolong-bolong dan bau bawang pulak tapi karena bisa bikin sakit mata yang ngeliat jadi lebih baik jangan lakukan hal yang berbahaya ini. 


Bisnis yang menjual barang nyata kosmetika aman, perawatan wajah dan tubuh serta semerbak wangi parfum ini kukerjakan di rumah, tidak menjadikanku tidak profesional asalkan mematuhi komitmen yang telah dibuat sendiri. 

Menjadikan kita dan orang lain cantik terawat, wangi dan berpenghasilan? Yuk mare…gabung disini

Penutup yang manis terhidang di bab terakhir, tentang keberhasilan seorang wanita dalam berbisnis batik online---intinya adalah apapun bisnis online anda, lakukan dengan penuh kesadaran bahwa usaha anda sendirilah yang menentukan sukses atau tidaknya anda. 

Semoga Allah meridhoi niat dan usaha kita semua. Selamat bergabung denganku di bisnis online ini.

Salam sukses !


Silakan meng-copas dan memodifikasi tulisanku tapi plis sertakan asal artikel ini.
Ini tulisan Eka Natassa Sumantri, bisnisekans.blogspot.com