Jumat, 11 Desember 2009

Ibu Rumah Tangga

Seorang ibu yang berperan ganda membolak-balik isi agendanya. Hmm, apa yang sudah dilakukan dan diraihnya tahun ini. Mulai bulan Januari hingga Desember, jadwal penuh dengan target padat. Waktu telah dikejarnya dengan berlari. Pontang-panting menyesuaikan waktu agar tetap bisa bercanda dengan santai, bermain di rumah dengan anak-anaknya dan menyenangkan suaminya. Sungguh tidak mudah tapi semangat untuk melakukan yang terbaik dengan niat yang baik untuk kelangsungan hidup dalam keluarga, mengamalkan ilmu yang dimilikinya dan menjadi kebanggaan keluarga telah terpatri di benak kecilnya. Ya, semoga segala perjuangan diridhoi Allah dan menjadi berkah. Amin.

Di rumah yang lain, pagi-pagi seorang ibu rumah tangga berbelanja ke pasar atau kedai sayur dekat rumah. Selanjutnya membangunkan anak-anak untuk mandi dan bersiap ke sekolah sembari menyiapkan sarapan, mengecek segala bawaan dan bekal anak, mengantar mereka ke sekolah. Dari sekolah anak tak langsung pulang, mampir ke swalayan untuk membeli beberapa keperluan. 



Pukul 09.00 semua pekerjaan telah selesai, rumah sudah rapi, pakaian sudah dicuci pun sudah selesai memasak. Pekerjaan belum selesai tapi disempatkannya mengisi cadangan tenaga yang mulai berkurang dengan memakan sisa sarapan anaknya ditambah sedikit lauk dan nasi. Beranjak ia ke satu sisi rumah, terpekur di meja kerja suaminya, merapikan kertas-kertas di satu tumpukan. Sesekali dibacanya, hmm.. beginikah pekerjaan suamiku. 

Alhamdulillah aku seorang IRT, hanya di rumah, belum pernah bekerja dan seumur hidupku tak pernah mendapatkan gaji. Mengapa aku bahagia  walaupun tak bisa berfoya-foya berbelanja kebutuhan pribadiku. Di rumah, berusaha memampatkan dan memanfaatkan waktu dengan hal yang semoga berguna setidaknya tidak berdosa. Aku jatuh cinta pada buku yang bisa membuka mataku untuk melihat dunia, jatuh hati pada internet yang membuatku berkesempatan melongok ke dalam kehidupan banyak orang dan mengambil pelajaran berharga dari pengalaman mereka, aku tak sempat cemburu pada semua yang hanya bisa kulihat. Bukan masanya lagi berandai-andai, andaikan aku bekerja, andaikan aku ini dan itu karena hidup ini penuh dengan pilihan dan dari awal aku memang memilih untuk tidak bekerja. Hal ini mulai berubah sejak aku mulai berbisnis di rumah.
 

Aku bahagia dalam kehidupanku. Alhamdulillah. Apalagi yang bisa kukatakan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar