Bermula dari sebuah undangan dari seorang teman, tetangga sebelah rumah yang cukup akrab, malah anak-anakku menganggapnya sebagai “Tante” mereka di Medan. Aku berhasil me’lobi’ teman yang lain untuk berbaik hati mengangkut serta aku dan anak-anak kesana (halah, bilang aja cari tumpangan-daripada pake bentor heheh), naik mobil sedan silver ceper Yaya Celeste yang Zidan was dying inside pengen naik lama-lama karena ACnya dingin. Makasih Mb' Yaya dan keluarga.
Singkat cerita, kami tiba disana. Sebuah kios pempek Pagaruyung di ujung Jalan Pagaruyung, tempat jajanan yang ngetop di Medan. Hanya 100 m dari mall terkeren, Sun Plaza. Suami Popoy yang menggendong anak mereka menyambut kami, adapula ibundanya yang sedang asyik berbincang dengan seseorang. Langsung terlihat gerobak baru, meja dan kursi berwarna merah, piring, gelas mengkilat, perlambang harapan baru.
Popoy menggoreng pempek, sesekali dia menyeka keringatnya sambil berbincang dengan kami. Seorang kerabat yang seharusnya membantu ternyata belum muncul juga, tidak menjadikannya surut langkah untuk mengerjakan semua sendiri.
Ibundanya pernah mengisahkan, anaknya yang satu ini memang sudah ‘aktif’ bekerja sejak jaman SMA. Karir terakhirnya sebagai presenter di Deli TV Medan dan penyiar radio dilepaskannya untuk mengurus keluarga.
Seorang Popoy yang putih, muda, segar dan cantik jelita* (kayaknya ga ada yang bisa bikin kau GR-lah ya Poy--karena emang begitulah adanya). Pokoknya kalau lihat tampang dan penampilannya, tidak akan ada yang menyangka dia berbakat memasak dan membuat kue. Anakku, Nasya yang mengaguminya menjadi salah satu penggemar kue kering produksinya ! Dan Popoy berhasil menggaet Zidan dan emaknya sebagai penggemar pempeknya pulak.
Sebenarnya dengan penghasilan suami yang lebih dari cukup tidak perlu lagi membuatnya susah payah mencari tambahan. Tapi “Niat baik haruslah didukung dan semoga lancar dan sukses. Amin.” ujar ibundanya. Semoga sukses ya Poy... Pempek bikinanmu enak dan aku tadi gak sungkan2 nambah !
YA, aku salut Popoy memiliki keberanian untuk mewujudkan mimpinya dengan dukungan dari sang suami ---juga Mb' Yaya yang asyik dengan bisnis online-nya, manager 6%. So, why can’t I? I’m still trying in making efforts to be able to reach my dreams. Terima kasih untuk semangat yang kautularkan.
Niat, usaha, doa dan tawakkal. Tetap semangat! Insya Allah we can make it if we try. Amin.
*Kalo bawa kamera, kufoto aksi kau Poy … (sori, hape jaman jebotku disfunction--lack of memory--khekhek...). Memory Habis, Sejarah pun Musnah....
Singkat cerita, kami tiba disana. Sebuah kios pempek Pagaruyung di ujung Jalan Pagaruyung, tempat jajanan yang ngetop di Medan. Hanya 100 m dari mall terkeren, Sun Plaza. Suami Popoy yang menggendong anak mereka menyambut kami, adapula ibundanya yang sedang asyik berbincang dengan seseorang. Langsung terlihat gerobak baru, meja dan kursi berwarna merah, piring, gelas mengkilat, perlambang harapan baru.
Popoy menggoreng pempek, sesekali dia menyeka keringatnya sambil berbincang dengan kami. Seorang kerabat yang seharusnya membantu ternyata belum muncul juga, tidak menjadikannya surut langkah untuk mengerjakan semua sendiri.
Ibundanya pernah mengisahkan, anaknya yang satu ini memang sudah ‘aktif’ bekerja sejak jaman SMA. Karir terakhirnya sebagai presenter di Deli TV Medan dan penyiar radio dilepaskannya untuk mengurus keluarga.
Seorang Popoy yang putih, muda, segar dan cantik jelita* (kayaknya ga ada yang bisa bikin kau GR-lah ya Poy--karena emang begitulah adanya). Pokoknya kalau lihat tampang dan penampilannya, tidak akan ada yang menyangka dia berbakat memasak dan membuat kue. Anakku, Nasya yang mengaguminya menjadi salah satu penggemar kue kering produksinya ! Dan Popoy berhasil menggaet Zidan dan emaknya sebagai penggemar pempeknya pulak.
Sebenarnya dengan penghasilan suami yang lebih dari cukup tidak perlu lagi membuatnya susah payah mencari tambahan. Tapi “Niat baik haruslah didukung dan semoga lancar dan sukses. Amin.” ujar ibundanya. Semoga sukses ya Poy... Pempek bikinanmu enak dan aku tadi gak sungkan2 nambah !
YA, aku salut Popoy memiliki keberanian untuk mewujudkan mimpinya dengan dukungan dari sang suami ---juga Mb' Yaya yang asyik dengan bisnis online-nya, manager 6%. So, why can’t I? I’m still trying in making efforts to be able to reach my dreams. Terima kasih untuk semangat yang kautularkan.
Niat, usaha, doa dan tawakkal. Tetap semangat! Insya Allah we can make it if we try. Amin.
*Kalo bawa kamera, kufoto aksi kau Poy … (sori, hape jaman jebotku disfunction--lack of memory--khekhek...). Memory Habis, Sejarah pun Musnah....
.bmp)