Mengapa aku memiliki kebanggaan menjadi IRT, mengapa aku bisa merasa cukup dan merasa bahagia hanya menjadi IRT, mengapa aku tidak mengamalkan ilmu yang aku telah dapatkan untuk bekerja. Aku perlu menerangkan bahwa suamiku tidak pernah sekalipun melarangku bekerja tapi aku sendiri yang memilih di rumah saja.
Toh, selain mengurus rumah tangga, ada banyak hal yang aku lakukan dan menghasilkan uang tidak harus dengan bekerja di luar rumah kan? Sembari terus berusaha mewujudkan keinginanku melihat namaku ada di sebuah buku, aku gabung dalam sebuah bisnis online. Allah memang telah menjamin pahala para IRT yang dengan ikhlas mengurus suami dan anak-anaknya. Aku ingin hal ini tidak menjadikanku berdiam diri sedangkan di dalam diriku ada semangat, niat berusaha dan fasilitas yang bisa aku manfaatkan demi kebaikan.
Aku bahagia bisa berada di rumah, full time mom-hampir tak ada satu kejadian kecilpun yang terlewatkan di kehidupan rumah tanggaku dan sejak anakku lahir- aku melihat dan mendengar semua yang pertama. Ilmu yang kudapat, kuamalkan setidaknya untuk membimbing anak-anakku, bahkan aku selalu haus ilmu karena pertanyaan sepele anak-anakku yang susah kujawab, menyebabkan aku harus selalu belajar meningkatkan ilmu. Ibarat komputer yang harus diupgrade dan baterai yang harus dicharge.
Aku tahu hampir semua kejadian di rumahku.
Aku bahagia bisa berada di rumah, full time mom-hampir tak ada satu kejadian kecilpun yang terlewatkan di kehidupan rumah tanggaku dan sejak anakku lahir- aku melihat dan mendengar semua yang pertama. Ilmu yang kudapat, kuamalkan setidaknya untuk membimbing anak-anakku, bahkan aku selalu haus ilmu karena pertanyaan sepele anak-anakku yang susah kujawab, menyebabkan aku harus selalu belajar meningkatkan ilmu. Ibarat komputer yang harus diupgrade dan baterai yang harus dicharge.
Aku tahu hampir semua kejadian di rumahku.
Seperti pertanyaan sepele Zidan, terjadi sehari-hari dan menjadi PR buatku, diantaranya kenapa air kencing dan ee’ berwarna kuning—yang harus aku cari tau dulu (mungkin aku pas bolos di mata kuliah Fisiologi dulu). Hehe…
Saat Zidan bertanya kenapa bisa ada pelangi, aku menerangkan pada Zidan, “pelangi terjadi karena titik air disinari matahari sehingga terurai warna-warni yang panjang gelombangnya berbeda”. Dia menemukan pelangi di cipratan air dari “knalpot” kapal penyeberangan saat ke pulau Samosir dan mengamati ada “pelangi” di jendela rumah kami, padahal jendelanya kering, tidak ada titik air. Juga saat sinar matahari berpendar masuk melalui jendela rumah dan membiaskan warna-warni pelangi di tembok rumah. Dan dia juga menemukan warna-warna pelangi di kaca senternya. Kenapa bisa gitu, Ma? Topik tentang pelangi sekitar seminggu di rumahku.
“Siang hari panas karena ada matahari, dan malam hari dingin karena matahari telah tenggelam. Tapi kenapa kadang-kadang kok pas malam kita juga kegerahan, Ma?”
“Mama, aku pintar, sudah tidak ngompol, tidak pake pampes. Aku sudah besar.”
“…iya, Naca sudah besar, tidak ngompol lagi,” jawabku.
“Mama sudah besar kok masih pake pampes?” hayooo lho…
Kelucuan dan keingintahuan anak-anak membuatku selalu harus belajar, merasa belum cukup pintar dan waktuku bersama mereka terlalu berharga untuk aku serahkan ke pembantu rumah tangga. Sayang sekali kalau anak-anakku harus mendapatkan jawaban yang asal-asalan dari orang lain. Jadi, IRT itu harus pintar lho. Insya Allah dengan pertolongan Allah aku akan mempertahankan profesiku.
Saat Zidan bertanya kenapa bisa ada pelangi, aku menerangkan pada Zidan, “pelangi terjadi karena titik air disinari matahari sehingga terurai warna-warni yang panjang gelombangnya berbeda”. Dia menemukan pelangi di cipratan air dari “knalpot” kapal penyeberangan saat ke pulau Samosir dan mengamati ada “pelangi” di jendela rumah kami, padahal jendelanya kering, tidak ada titik air. Juga saat sinar matahari berpendar masuk melalui jendela rumah dan membiaskan warna-warni pelangi di tembok rumah. Dan dia juga menemukan warna-warna pelangi di kaca senternya. Kenapa bisa gitu, Ma? Topik tentang pelangi sekitar seminggu di rumahku.
“Siang hari panas karena ada matahari, dan malam hari dingin karena matahari telah tenggelam. Tapi kenapa kadang-kadang kok pas malam kita juga kegerahan, Ma?”
“Mama, aku pintar, sudah tidak ngompol, tidak pake pampes. Aku sudah besar.”
“…iya, Naca sudah besar, tidak ngompol lagi,” jawabku.
“Mama sudah besar kok masih pake pampes?” hayooo lho…
Kelucuan dan keingintahuan anak-anak membuatku selalu harus belajar, merasa belum cukup pintar dan waktuku bersama mereka terlalu berharga untuk aku serahkan ke pembantu rumah tangga. Sayang sekali kalau anak-anakku harus mendapatkan jawaban yang asal-asalan dari orang lain. Jadi, IRT itu harus pintar lho. Insya Allah dengan pertolongan Allah aku akan mempertahankan profesiku.
IRT enak gilak ! Alhamdulillah.


.bmp)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar